Perkembangan STMK Trisakti

Akademik Teknologi Grafika Trisakti atau yang sering disebut dengan ATG Trisakti, didirikan pada tahun 1985 atas prakarsa dan gagasan dari Cosmos Sutiyono,B.Sc, seorang mantan pejabat Pusat Grafika yang merupakan hasil kesepakatannya dengan Rektor Universitas Trisakti berkaitan dengan keperluan pengelolaan unit percetakan Universitas Trisakti ketika itu, mendapat dorongan dari beberapa pihak yang merasa ikut bertanggungjawab terhadap perkembangan industri grafika.  Hal ini mengingat lembaga pendidikan setingkat akademi yang ada di Indonesia pada saat itu hanya ada satu, dan kondisinya pun kurang berkembang sesuai yang diharapkan.

Selain memperoleh dukungan Rektor Universitas Trisakti yang pada saat itu dijabat Prof.Dr.Ir.P. Haryasudirdja, Yayasan Trisakti juga mendukung pendirian Akademi Teknologi Grafika di bawah naungan Yayasan Trisakti, sebagai badan hukum penyelenggara Universitas, Sekolah Tinggi, dan Akademi di lingkungan Trisakti.

wall-stmk

Dalam kelanjutannya, Yayasan Trisakti lalu mengambil alih tugas dan tanggungjawab pendirian ATG Trisakti dan mengajukannya ke Kopertis Wilayah III Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.  Di dalam surat pengajuan tertanggal 25 April 1985, Yayasn Trisakti mengusulkan agar proses belajar mengajar ATG Trisakti dapat dimulai pada tanggal 1 September 1985.

Berdasrkan surat pengajuan dari Yayasan Trisakti, Tim Evaluasi dari Kopertis Wilayah III DKI Jakarta kemudian melakukan peninjauan ke ATG Trisakti pada tanggal 12 Juni 1985. Tak lama setelah peninjauan, dalam suratnya No. 19/KopIII/S.IV/85 tanggal 26 Juni 1985, Kopertis Wialyah III DKI Jakarta mengeluarkan persetujuan sementara pendirian ATG Trisakti, dengan program studi strata D3 Teknologi Grafika.  Dengan demikian secara operasional ATG Trisakti diperbolehkan untuk menyelanggarakan pendidikan dan pengajaran setelah menerima mahasiswa baru ATG Trisakti dilaksanakan oleh Rektor Usakti tanggal 2 September 1985, bersama-sama dengan penerimaan mahasiswa baru dari Universitas, Sekolah Tinggi dan Akademi lainnya di lingkungan Yayasan Trisakti.  Dengan mempertimbangkan kenyataan itu, melalui Surat Keputusan Dewan Pengurus Yayasan Trisakti No. 158/S/1985 tentang Pendirian ATG Trisakti, tanggal 2 September 1985 akhirnya dinyatakan sebagai hari kelahiran ATG Trisakti.

Berjalan dengan status izin operasional selama kurang lebih tiga tahun, berdasarkan SK Mendikbud Nomor: 0230/O/1988 ATG Trisakti kemudian mendapat status baru yakni ”Terdaftar”.  Setelah tiga tahun beroperasi dengan status ”Terdaftar”, sesuai dengan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor:0218/O/1991, tanggal 23 April 1991, status ATG Trisakti berubah lagi menjadi ”Diakui”.

Dalam perkembangan berikutnya, yakni setelah 3 (tiga) tahun berjalan dengan status ”Diakui”, dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor:283/DIKTI/Kep?94, tanggal 11 Oktober 1994, status ATG Trisakti meningkat menjadi ”Disamakan”.  Peningkatan status ini, telah memberi semangat baru bagi sivitas akademika ATG Trisakti untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

stmk-studio

Dengan perubahan sttaus tersebut, berarti pemerintah telah memberi kepercayaan dan kewenangan penuh kepada ATG Trisakti untuk menyelenggarakan ujian negara sendiri, yang pada waktu sebelumnya harus mengikuti ujian negara yang diselenggarakan oleh Pemerintah melalui Pusat Grafika Indonesia.  Bagi ATG Trisakti, kepercayaan yang telah diberikan negara dalam pegembangan pendidikan kegrafikaan tersebut tidak boleh disia-siakan.  Untuk itu ATG Trisakti selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas dirinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni khususnya yang berkaitan dengan bidang kegrafikaan.

Setelah kurang lebih 20 tahun berdiri, ATG TRISAKTI melakukan kajian untuk mengetahui seberapa besar keinginan dari masyarakat, khususnya masyarakat industri yang berkaitan dengan industri kreatif. Berdasarkan kajian tersebut, direkomendasikan untuk dibuka jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari Program Diploma III ke jenjang Diploma IV dan Strata 1.  Sehingga atas saran dari Tim Pengkaji Dirjen DIKTI, pada tahun 2008 diusulkan perubahan bentuk dan jenjang pendidikan dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi yaitu Sekolah Tinggi Media Komunikasi (STMK TRISAKTI) dengan mengusulkan dua program studi yaitu program studi Desain Komunikasi Visual (S1) dan program studi Teknologi Grafika (DIV).

Tahun 2008, ijin operasional dari Kementerian Pendidikan Nasional dengan Keputusan Nomor 216/D/O/2008 tentang pemberian ijin penyelenggaraan program-program studi baru dan perubahan bentuk Akademi Teknologi Grafika TRISAKTI di Jakarta menjadi Sekolah Tinggi Media Komunikasi TRISAKTI yang diselenggarakan oleh Yayasan TRISAKTI di Jakarta dan diralat dengan SK nomor 253/D/2010 tanggal 30 Desember 2010 STMK TRISAKTI memulai operasional tahun 2008.

Secara kronologis sejarah STMK Triskati dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Tanggal 26 Juni 1985, memulai kegiatan berdasarkan surat izin operasional Kopertis Wilayah III Nomor: 19/KOPIII/IV/1985.
  2. Tanggal 1 September 1985, melalui SK Nomor: 158/S/1985, Yayasan Trisakti menetapkan berdirinya ATG Trisakti.
  3. Tanggal 30 April 1988, ATG Trisakti memperoleh status TERDAFTAR, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0230/O/1988.
  4. Tanggal 23 April 1991, ATG Trisakti memperoleh status DIAKUI dengan surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 0218/O/1991.
  5. Tanggal 11 Oktober 1994 memperoleh status DISAMAKAN, dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor: 283/DIKTI/Kop.1994.
  6. Tanggal 2 Agustus 2001, dengan surat izin operasional Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor: 2540/DT/2001, dapat melaksanakan pendidikan D-III Program Studi Desain Grafika.
  7. Tanggal 8 Maret 2002, memperoleh akreditasi Badan Akreditasi Nasional dengan peringkat ”B”, dengan surat Kpeutusan BAN Perguruan Tinggi Nomor 0001/Ban-PT/Ak-I/Dpl/III/2002.
  8. Tanggal 10 Oktober 2008, dengan Surat Keputusan Mendiknas Nomor: 216/D/O/2008, Akademi Teknologi Grafika berubah menjadi Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti, dan dapat menyelenggarakan program studi tingkat sarjana, yaitu Sarjana Sains Terapan untuk jurusan Teknologi Grafika, dan Sarjana Desain untuk jurusan Desain Komunikasi Visual. Dengan demikian STMK menjadi lembaga pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang menyelenggarakan program pendidikan Teknologi Grafika dengan gelar kesarjanaan.